Oleh: pnpmkarimun | 3 November 2014

UPK Lancang Bertitah, Sudah 19 Kali Melakukan Perguliran

Sekretaris, Bendahara dan Staf perguliran UPK Lancang Bertitah.

UPK Lancang Bertitah: Nurhidayah (Sekretaris) , Juliana (Bendahara), Bella dan Jupihana (Staf perguliran).

UPK Lancang Bertitah, Kecamatan Kundur Barat telah melakukan sembilan belas kali perguliran. Terakhir, bulan Oktober 2014, jumlah dana yang digulirkan mencapai Rp. 808 juta. Dana tersebut disalurkan kepada 22 kelompok di tiga desa. Hingga periode Oktober 2014, total dana bergulir yang dikelola UPK kurang lebih Rp. 1,39 milyar.

Sejak berdiri tahun 2007 silam, UPK Kecamatan Kundur Barat, telah menyalurkan dana ke masyarakat kurang lebih Rp. 7,4 milyar. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan kegiatan: Pembangunan Sarana Prasarana Rp 3.343.811.000,- Bantuan modal kegiatan simpan pinjam kelompok perempuan Rp 1.396.500.000,- Kegiatan bidang kesehatan Rp 508.570.000,- kegiatan bidang pendidikan dasar  Rp 1.885.055.800,- dan Rp 95.000.000,- kegiatan lainnya.

Tugas utama pengurus UPK, mengelola dana Program PNPM baik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten maupun  APBN serta dana perguliran Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP). Selain itu,juga melakukan pembinaan terhadap Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa dan pemamfaat SPKP. Pembinaan mencakup adminstrasi kegiatan serta pengelolaan usaha anggota kelompok peminjam.

Saat ini ada 95 Kelompok SPKP yang menjadi binaan UPK Lancang Bertitah, dengan jumlah anggota 730 orang. Dari aspek jenis usaha, umumnya termasuk kelompok aneka usaha dan usaha bersama. Sedangkan tingkat perkembangan kelompok beragam. Ada yang pemula, berkembang dan matang. Kebanyakan masih pada tingkat kelompok berkembang. Dan, saat ini sedang melakukan pembinaan untuk meningkatkan jumlah kelompok dengan kualifiasi ‘matang.(Sesvil/Yance)

Periode Oktober 2014, progres kegiatan sarana prasarana PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Karimun rata-rata mencapai 46 persen. Dari 29 paket kegiatan, Tujuh paket kegiatan masih belum dikerjakan. Sedang, 22 paket lainnya sudah mencapai 66 persen.

Kegiatan yang belum dikerjakan itu berada di Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Ungar. Untuk kecamatan Meran Barat, kegiatannya; Sarana Air Bersih dua paket dan drainase lingkungan satu paket. Sementara, di Kecamatan Ungar, kegiatannya; Gedung PAUD satu unit, Tembok Penahan Tanah dua paket dan drainase satu paket.

Secara detail, kemajauan kegiatan sarana dan prasarana (Sanpras), masing-masing desa sebagaimana tercantum pada  tabel dibawah ini.

Kecamatan Desa/ Kelurahan Jenis Kegiatan Progres (%)
Moro Desa Selat Mie Gedung PAUD 90%
Desa Jang Gedung Taman Pendidikan 60%
Kelurahan Moro Gedung Taman Pendidikan 80%
Kundur Tanjung Batu Kota Drainase/Parit Tepi Jalan 40%
Sungai Ungar Normalisasi Sungai 90%
Lubuk Jalan Rabat Beton 60%
Tanjung Batu Barat Jalan Rabat Beton 70%
Kundur Utara Tanjung Berlian Kota Drainase/Parit Tepi Jalan 90%
Tanjung Berlian Barat Normalisasi Sungai 85%
Teluk Radang Penimbunan Jalan Tanah 80%
Kundur Barat Desa Sawang Selatan Gedung Taman Pendidikan 85%
Normalisasi Sungai 90%
Sawang Laut Penimbunan Jalan Tanah 80%
Normalisasi Sungai 95%
Desa Gemuruh Pagar Sekolah SD 005 80%
Durai Telaga Tujuh Pagar Sekolah MDA 60%
Desa Sanglar Tembok Penahan Tanah 35%
Desa Tg. Kilang Saluran Drainase 50%
Desa Semembang Gedung Taman Pendidikan 40%
Belat Penarah Jalan Rabat Beton 22%
Sebele Jalan Rabat Beton 44%
Ungar Batu Limau Gedung PAUD 0%
Alai Tembok Penahan Tanah 0%
Drainase 0%
Ngal Tembok Penahan Tanah 0%
Meral Barat Sarana Air Bersih 0%
Pasir Panjang Sarana Air Bersih 0%
Drainase Lingkungan 0%
Pangke Drainase Lingkungan 35%
Rata-rata 45.66%

Keterlambatan ini disebabkan dana tahap-2 belum cair ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Kecamatan. Sedangkan dana tahap-1, telah disalurkan untuk kegiatan bantuan modal Simpan Pinjam Kelompok Perempuan. Di Kecamatan Ungar, total dana simpan pinjam untuk kelompok perempuan Rp. 199,9 juta dan di Kecamatan Meral Barat Rp. 178,9 juta.

Melihat sisa waktu yang ada, Fasilitator Kabupaten yakin target tahun 2014 tercapai pada bulan Desember mendatang. “Insya Allah,bila desa tidak ada masalah, menjelang akhir bulan Desember 2014, semua kegiatan sarana dan prasarana PNPM di Kabupaten Karimun dapat di diserah terimakan kepada masyarakat”, ungkap Alfiandri Sunar, Fasilitator Teknik Kabupaten Karimun, sembari melantunkan pantun, penutup kata.

Semuanya ada dalam selamat,

Boleh disimpan turun-temurun;

Dapat dikerjakan dengan cermat,

Kerja yang berat tidaklah gerun.

Boleh disimpan turun-temurun,

Itulah tanda barang yang berharga;

Kerja yang berat tidaklah gerun,

Semuanya siap hati pun lega.

semoga@Sesvil

Per Oktober 2014, Kegiatan Sanpras PNPM di Karimun capai 46 Persen.

Oleh: pnpmkarimun | 7 Oktober 2014

PELATIHAN UPK GABUNGAN

PNPPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Karimun laksananan pelatihan UPK secara gabungan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, tanggal 25 s/d 27 September 2014, bertempat di Hotel Alishan, Tanjung Balai Karimun. Pelatihan ini bertema “Peningkatan Pelayanan Terhadap Masyarakat di Lokasi Sasaran”. Peserta terdiri dari utusan Kecamatan; Meral Barat, Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Moro, Durai, Ungar dan Belat. Setiap kecamatan mengirimkan utusannya dua orang.

Materi pelatihan meliputi: (1). Konsepsi dan Prinsip-prinsip PNPM : Memantapkan peserta pelatihan untuk tetap dalam koridor PTO PNPM. (2). Peran dan tanggungjawab UPK : Paham dan mengerti terhadap Tupoksi. (3). Berfikir positif dan membangun Komitmen : Penerapan prinsip dalam pelayanan masyarakat. (4). Ruang Lingkup Kegiatan. (5).Hubungan UPK dengan Kelembagaan. (6). Penanganan Masalah. (7). Administrasi Keuangan. (8). Pelaporan keuangan. (9). Data Base Kelompok. (10). Pengembangan Kelompok. (11). Standar Kerja Nasional.   (12).  Profil UPK dan Ikrar UPK. (13).  Rencana Kerja Tindak Lanjut.

Sementara, nilai-nilai yang terkandung pada tema kegiatan masuk dalam muatan setiap materi. Nilai-nilai dimaksud adalah Melayani masyarakat dengan sepenuh hati, Percaya diri, Bertanggungjawab, Melakukan yang terbaik, Berfikir positif, Memiliki tujuan dan Terus belajar.  Proses pelatihan berlangsung dengan menggunakan metode Pelatihan Orang Dewasa (POD).  Dan, bertindak sebagai tim pelatih adalah fasilitator kecamatan yang didampingi oleh Tim Faskab.

Dari hasil evaluasi tergambar, pelakanaan pelatihan cukup menyenangkan. Peserta pada akhir kegiatan terlihat gembira dan terkesan tanpa tekanan atau beban pikiran. Semoga saja, apa yang telah diperoleh dari pelatihan ini, diterapkan untuk meningkatkan kinerja pengeloaan kegiatan dalam menjalan tugas pokok sebagai UPK.

(Ria/Ass.Mis)

Oleh: pnpmkarimun | 19 September 2014

Pemda akan Kehilangan Aset PNPM Mandiri Perkotaan

Susi Lestari

Susi Lestari *)

Aset Pogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di sebuah kabupaten merupakan harta yang potensinya sangat luar biasa untuk pembangunan sebuah masyarakat. Hal ini meliputi aset Sumber Daya Manusia (SDM) yang jumlahnya tidak sedikit. Mulai dari tingkat kelurahan sampai pada tingkat kabupaten. Besarnya jumlah aset ini tentunya dengan harapan bisa menumbuh kembangkan pembangunan. Baik ditingkat provinsi maupun nasional. Aset SDM ini merupakan hasil pemberdayaan yang dilakukan fasilitator  mulai dari tingkat kelurahan sampai ke tingkat kabupaten bahkan fungsi konsultan provinsi.

Jika dilihat dari sisi kelembagaan besarnya jumlah yang terlibat dalam PNPM ditingkat Kabupaten Karimun meliputi pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), masing- masing BKM  minimal 9 orang dengan jumlah kelurahan 22 maka jumlahnya adalah 198 orang. Kemudian Unit Pengelola  (UP), minimal 3 orang dengan jumlah kelurahan 22 maka ada 66 orang di tambah dengan relawan masing-masing 25 orang maka ada 550 orang relawan yang semuanya merupakan aset kelembagaan.

Hasilnya adalah kegiatan SEL (Sosial, Ekonomi dan Lingkungan) yang ada di masyarakat yang merupakan gagasan ke arah perubahan yang lebih baik di tataran masyarakat itu sendiri sebagimana. Selain itu masyarakat dengan beberapa pertanyaan yang diajukan, sangatlah berharap bahwa program ini terus dilanjutkan dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan selanjunya.

Kemampuan yang lain dan terukur adalah kemampuan organisasi, teknis, keuangan, kelembagaan, sosial , ketrampilan masyarakat dan mobilisasi masyarakat dalam menjalankan kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Kemampuan itu bukan hilang atau akan hilang tetapi merupakan aset yang strategis untuk membantu dan mendukung secara langsung proses pembangunan suatu daerah.

Belakangan ini, muncul sebuah wacana exit strategy PNPM Mandiri Perkotaan. Di mana program ini akan berlangsung pada tahun 2015. Adanya program ini membuat sedikit kepanikan dan ketakutan di tingkatan BKM. Jika benar di tahun 2015 nanti PNPM Mandiri Perkotaan sudah tidak ada lagi, maka timbul pertanyaan ditingkat pengelola PNPM, terkait bagaimana keberlanjutan dari BKM? Kalau BKM nya masih ada dari mana BLM nya? Lalu siapa yang akan mendampingi BKM? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang menggantung di pikiran pengurus BKM.

Menurut Rogers dan Macias (2004), strategi pengakhiran (exit strategy) suatu program adalah rencana khusus yang menggambarkan bagaimana suatu program akan di tarik dari suatu wilayah. Sementara pencapaian tujuan pembangunan dapat dipastikan tidak akan terganggu dan perkembangan tujuan lebih lanjut akan tercapai. Oleh karena itu, tujuan strategi pengakhiran program merupakan bagian penting dari suatu program.

Ada tiga jenis strategi pengakhiran suatu program yaitu, phasedown (fase penurunan), phaseover (fase pengalihan) dan phaseout ( fase penghentian): Roger dan Macias; 2004. Menurutnya, Phasedown adalah adalah pengurangan aktivitas program secara bertahap dalam rangka persiapan phaseover atau phaseout. Phaseover adalah tahap penyerahan tanggung jawab kegiatan/pengelolaan program kepada lembaga atau individu yang berada di wilayah pelaksanaan program. Sementara itu, phaseout adalah kegiatan menarik atau menghentikan sumber daya sebuah program tanpa menyerahkan tanggungjawab kepada lembaga atau kelompok lain.

Pemilihan untuk tahap awal lebih baik dipilih phasedown, artinya disini adanya penurunan aktivitas tanggung jawab pemerintah pusat dan meningkatkan fungsi dan tanggung jawab dari pemerintah daerah. Misalnya untuk penyediaan dana BLM untuk saat ini persentasenya bisa dikatakan 80 persen dari pemerintah pusat dan 20 persen dari pemerintah daerah. Maka dalam phasedown ini pemerintah pusat mendorong atau membuat aturan agar pemerintah daerah harus menaikkan persentase penyediaan BLM. Yakni di balik 20 persen pemerintah pusat dan 80 persen pemerintah daerah.

Selain itu, pada phasedown ini pemerintah pusat dan konsultan mengalihkan fungsi managerial pengelolaan program PNPM kepada pemerintah daerah secara bertahap. Baik itu untuk monitoring dan evaluasi serta penginputan data dan informasi serta pembinaan terhadap lembaga-lembaga BKM yang sudah ada. Jika phasedown ini bisa berjalan dengan baik maka phaseover akan lebih mudah dilaksanakan.

Maka sangatlah bijak bila sebagian masyarakat menghendaki bahwa pemerintah daerah mengambil alih proses pemberdayaan yang sudah di programkan oleh pemerintah pusat. Melalui exit strategy adalah salah satu cara pemda untuk mengambil alih potensi yang ada. Bukan semata-mata berapa uang yang akan digulirkan tetapi bagaimana pemda menyusun atau melanjutkan strategi pengambilalihan proses tersebut di atas.

*).Koordinator BKM Lubuk Semut Jaya Kabupaten Karimun

Sumber :http://batampos.co.id/24-06-2014/pemda-akan-kehilangan-aset-pnpm-mandiri-perkotaan/

Seminar kemiskinan ini diadakan pada tanggal 3 Juli 2013 di Kecamatan Kundur Barat. Dana untuk seminar kemiskinan ini bersumber dari Dana Kelembagaan BKAD Kecamatan Kundur Barat sebesar Rp. 3.000.000,-. Seminar ini diisi oleh Bp. Irwan Sriwadi. Beliau menjelaskan tentang kriteria – kriteria kemiskinan dan pentingnya peranan perempuan dalam menambah ekonomi keluarga. Seminar ini dihadiri oleh 63 ibu-ibu kelompok SPKP se-Kecamatan Kundur Barat. Ibu-ibu kelompok SPKP tersebut sangat antusias dalam mengikuti seminar kemiskinan, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari ibu-ibu tersebut.

Oleh: pnpmkarimun | 19 September 2014

ANTUSIASME WARGA DESA TELUK RADANG PADA KEGIATAN PNPM MPd

Kelompok SPKP Kecamatan Kundur Utara mengikuti Seminar Kemiskinan

Kecamatan Kundur Utara telah mendapat kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2007. Kecamatan Kundur Utara sendiri terdiri dari 1 (Satu) Kelurahan dan 4 (Empat) Desa. Salah satu kegiatan PNPM MPd.yang didanai pada TA.2014 di Kecamatan Kundur utara ialah Desa Teluk Radang Mendapat 2 (Dua) kegiatan yakni reguler Penimbunan JalanTanah dan Integrasi Rabat Beton .

Desa Teluk Radang sendiri sebenarnya telah mengikuti kegiatan PNPM MPd sejak awal Program PNPM MPd masuk di Kecamatan Kundur Utara.

Antusiasme warga Kecamatan Kundur Utara, Khususnya Desa Teluk Radang pada kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada saat pelaksaan Musyawarah Desa Pertanggung jawaban I di Teluk Radang yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2014. Dimana pada saat pelaksanaan MDPj I ini, antusiasme warga yang mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi. Selain itu Juga sangat aktif dalam menanggapi kegiatan yang telah dilaksanakan untuk tahun 2014 ini, kegiatan Desa Teluk Radang melalui alokasi dana bantuan BLM PNPM Mandiri Perdesaan dan BLM Integrasi adalah kegiatan penimbunan Jalan Tanah dan Rabat Beton dengan Total alokasi dana sebesar Rp 588.973.000,- .

Dana PNPM Mandiri Perdesaan dari aloksi APBN tahun 2014 mengalami pemotongan sebesar 11,8 persen. Di Kabupaten Karimun, total pemotongan sejumlah Rp. 637.790.000,- Saat ini sedang dalam proses pembahasan alternatif talangan. Berharap dari APBD Perubahan T.A 2014, sepertinya agak sulit. Kondisi Karimun, tidak memungkinkan untuk itu. Saat ini, Bupati telah menetapkan tambahan tersebut dianggarkan melalui APBD murni TA 2015.

Riskan memang! Pelaku di kecamatan dan desa khawatir kegiatan terbengkalai. Atau, akan ada pengurangan kegiatan. Menurut beberapa sumber, dana PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2014 yang disalurkan ke desa diupayakan tetap sesuai alokasi awal. Masih ada beberapa alternatif. Misalnya, menggunakan pinjaman anggaran lain yang saat ini belum terserap. Di Karimun, peluang untuk itu, cukup besar. Pelaku di kecamatan dan desa tidak perlu risau. Insya Allah, dalam waktu dekat, sudah ada kejalasannya. Kalaupun ada pengurangan kegiatan, hal tersebut alternative terakhir yang akan ditempuh.

Pemotongan DUB dari alokasi ABPN sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2014, tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam Rangka Pelaksanaan APBN Tahun 2014. Secara teknis, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, telah memberikan arahan melalui surat Nomor 900/5383/PMD tertanggal 11 Juli 2014. Atas dasar surat itu, Satker PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten menindak lanjuti di kabupaten masing-masing.

“Ini kebijakan nasional, Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi dan Kabupaten, tentu akan mengamankan, bagaimana agar terlaksana sebaik mungkin. Kita selalu mendorong dan fasilitasi kabupaten agar pemotongan DUB 11,8 persen itu bisa ditambahkan melalui DDUB pada APBD-Perubahan T.A 2014”, imbuh Drs. Buralimar,M.Si, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kepulauan Riau.

Awal kebijakan itu diterima, semua pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Karimun,risau. Pasalnya, dibeberpa kecamatan, Surat Penetapan Camat (SPC) untuk pendanaan kegiatan sudah terbit. Bahkan, ada yang sudah mencairkan dana, di lapangan kegiatan sedang berjalan. Resiko pengurangan kegiatan, hadir di depan mata. Dan, inilah yang dikhawatirkan para pelaku.

Sebenarnya, Dirjen PMD dalam arahannya melalui surat Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Nomor 402/1027/PNPM-MP/II/2014 tertanggal 22 Juli 2014, membuka banyak strategi yang bisa dijalankan.

Pertama. Penghematan di tingkat kabupaten. Caranya: Penambahan alokasi DDUB yang bersumber dari APBD. Pengurangan alokasi BLM secara merata di masing-masing kecamatan. Serta, pengurangan alokasi BLM pada kecamatan tertentu dengan mempertimbankan status kecamatan–bermasalah atau tidak bermasalah—tingkat kemendesakan pelaksanaan usulan serta progress pencairan anggaran dari pelaksanaan kegiatan.

Kedua. Penghematan dilingkup kecamatan. Ini dapat

Drs. Buralimar, Kaban PMD Provinsi Kepulauan Riau.

Drs. Buralimar, Kaban PMD Provinsi Kepulauan Riau.

ditempuh melalui: Merubah SPC dengan mengurangi jumlah kegiatan. Mengurangi volume kegiatan dengan merevisi RAB dan Desain; Meningkatkan swadaya masyarakat. Mengganti pendanaan untuk kegiatan SPP yang berasal dari alokasi BLM dengan dana perguliran. Mengalokasikan dana operasional UPK yang berasal dari BLM 2 % untuk menutupi kekurangan anggaran.

Berbagai upaya tersebut harus dipertimbangkan dengan matang. Diharapkan, kegiatan selesai sesuai dengan ketentuan tahun anggaran. Sebab, tahun 2014 ini, akhir dari pelaksanaan anggaran berdasarkan RPJM Nasional periode 2010-2014. Dengan demikian, perlu menjadi perhatian, untuk mengoptimal pemamfaatan dana melalui percepatan pencairan anggaran tahun 2014, sehingga tidak diperlukan luncuran di tahun berikutnya. demikian Kaban PMD Kepri, sembari menitipkan salam penuh semangat kepada semua pelaku PNPM Mandiri Perdesaan se Provinsi Kepri, agar tetap optimis serta penuh semangat dalam menjalankan program yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri ini. (Sesvil/IEC-Kepri).

Oleh: pnpmkarimun | 17 Juni 2014

190 RTM di Kundur Terima BLT Dari UPK PNPM

190 RTM di Kundur Terima BLT Dari UPK PNPM

KUNDUR (HK) – Sebanyak 190 kepala keluarga (KK) dari Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kecamatan Kundur dan Kecamatan Ungar menerima bantuan langsung tunai (BLT). Bantuan itu bersumber dari bantuan dana sosial Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan  Kecamatan Kundur, dengan total anggaran sebesar Rp85.000.000.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Sri Gading Kecamatan Kundur dan dihadiri camat, para lurah dan kepala desa se Kecamatan Kundur, Sabtu (8/3).

Panitia pelaksana, Agusman mengatakan, sumber dana bantuan tersebut diperoleh dari alokasi surflus UPK PNPM Mandiri Perdesaan  Kecamatan Kundur tahun Anggaran 2013 dan dialokasikan sebesar 15,89 persen atau senilai Rp 85.000.000 dari keuntungan tersebut.

Pria yang juga sebagai TPM pelaku PNPM tingkat Kecamatan ini juga mengatakan, pagu dana dialokasikan sebesar 85 persen untuk Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) yang ada  di Kecamatan Kundur dan Kecamatan Ungar dengan total ada 10 Kelurahan dan Desa. Kemudian setiap Kelurahan dan Desa didapati 19 orang sehingga total ada 190 RTM penerima BLT dan dana yang diterima sebesar Rp400.000.

Sedangkan 15 persen dari pagu dana tersebut dipergunakan untuk operasional antara lain yakni kegiatan Kelurahan atau Desa, operasional Kecamatan dan operasional seremoni atau kegiatan penyerahan dana BLT tersebut kepada para penerima. Dimana alokasi tersebut sesuai dengan SOP dana kelembagaan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Kundur Tahun anggaran 2014.

“Bantuan dana sosial yang diberikan juga bersifat dari, oleh dan untuk masyarakat (DOUM). Yang artinya adalah dari masyarakat berupa jasa pinjaman yang dikenakan oleh masyarakat kepada UPK. Kemudian oleh masyarakat yang berarti masyarakat yang berhak mengelola kegiatan yang bersangkutan tersebut serta untuk masyarakat artinya dana tersebut kembali atau dinikmati lagi masyarakat dalam bentuk bantuan dana sosial,” kata Agusman.

Dia juga menjelaskan, dana sosial ini telah dilaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Kundur sejak alokasi tutup buku UPK tahun 2009 sampai sekarang, dengan perincian sebagai berikut antara lain pada tahun 2009 diberikan untuk kegiatan sunatan masal, tahun 2010, 2011 dan 2013 diberikan untuk BLT. Sedangkan tahun 2012 diberikan untuk peningkatan kapasitas Posyandu beserta Penggerak PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa.

“Kami barharap, BLT yang diberikan dapat bermanfaat bagi RTM yang memang tepat sasaran (membutuhkan), selain itu juga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok (primer),” harapnya.

Sementara  Camat Kundur, Sukari saat menghadiri kegiatan yang digelar UPK PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Kundur menilai sangat baik. Tentunya membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

Oleh: pnpmkarimun | 30 Januari 2014

Lomba Foto dan Lomba Bercerita : 1001 Jejak PNPM Mandiri

lomba PNPM

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Temu Nasional 2014, Sekretariat Pokja Pengendali PNPM Mandiri menyelenggarakan kegiatan Lomba Foto dan Lomba Bercerita dengan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri. Selain lomba foto dan bercerita, rangkaian kegiatan Temu Nasional 2014 juga akan terdiri dari Pemilihan Duta PNPM Mandiri, Pemberian Penghargaan, serta Pesta Rakyat.


KETENTUAN LOMBA FOTO

1. Peserta boleh merupakan individu atau perwakilan kelompok

2. Peserta dibebaskan untuk menerjemahkan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri” ke dalam karyanya

3. Peserta harus mengirimkan karya hasil foto dalam bentuk JPEG

4. Resolusi upload : sisi terpanjang maksimal 1.024 pixel, minimum 640 pixel

5. Digital imaging diperbolehkan sebatas cropping, penyesuaian tingkat keterangan, kontras warna, dan saturasi tanpa mengubah keaslian objek foto. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi / hasil olahan dari beberapa file

6. Foto dapat berwarna ataupun hitam putih

7. Foto dan data diri peserta dikirimkan melalui salah satu media berikut :

A. Email ke temnas2014@pnpm-mandiri.org dan sekretariat.pnpm@gmail.com
Subject : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM (Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua
#FotoPNPM)

B. Facebook Fan Page PNPM Mandiri https://www.facebook.com/PokjaPNPMMandiri
Format : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM (Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua
#FotoPNPM)

C. Akun Twitter @pnpm_mandiri
Format : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM (Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua
#FotoPNPM)

8. Pengiriman karya foto dibuka pada 27 Januari 2014 – 17 Februari 2014

9. Peserta boleh mengirimkan maksimal 5 (lima) buah foto

10. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam mengikuti kompetisi ini

11. Panitia berhak menggunakan foto pemenang untuk keperluan program PNPM Mandiri

12. Dilarang menyertakan karya foto yang mengandung unsur pornografi, sadisme, dan SARA, serta yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan.

13. Peserta haruslah satu-satunya pemilik sah dari seluruh hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dikirimkan.

14. Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan, apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

15. Dengan keikutsertaannya dalam kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.

KETENTUAN LOMBA BERCERITA

1. Peserta boleh merupakan individu atau kelompok

2. Peserta dibebaskan untuk menerjemahkan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri” ke dalam karyanya

3. Cerita dapat berbentuk tulisan minimal satu paragraf (500 karakter), audio (wawancara, iklan layanan masyarakat, sandiwara radio, diskusi radio), atau video (dokumentasi kegiatan, film dokumenter, film cerita).

4. Judul cerita bebas namun tetap sesuai dengan tema

5. Setiap cerita dilengkapi foto yang menunjang cerita kegiatan PNPM Mandiri yang dibahas.

6. Cerita bukan plagiat/bukan karya peserta sendiri, pemberian data yang keliru dan/atau tidak benar, maka peserta akan didiskualifikasi.

7. Cerita mencantumkan lokasi kegiatan PNPM Mandiri (dusun/desa, kelurahan/kecamatan, dan propinsi).

8. Format audio dan video dilengkapi dengan deskripsi minimal satu paragraf (500 karakter) mengenai pihak yang terlibat, isi cerita, dan lokasi kegiatan. Konten dimuat ke YouTube atau 4Shared.

9. Cerita dan data diri peserta dikirimkan melalui salah satu media berikut :

A. Facebook Fan Page PNPM Mandiri : https://www.facebook.com/PokjaPNPMMandiri
Format : judul, lokasi cerita, dan tagar #CeritaPNPM (Contoh: Membangun Desa bersama PNPM Mandiri – Rote, NTT
#CeritaPNPM)

B. Email ke lomba@pnpm-mandiri.org dan sekretariat.pnpm@gmail.com
Subject : judul, lokasi cerita, dan tagar #CeritaPNPM (Contoh: Membangun Desa bersama PNPM Mandiri – Rote,
NTT #CeritaPNPM)

10. Pengiriman karya cerita dibuka pada 23 Januari 2014 – 17 Februari 2014

11. Peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) karya

12. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam kompetisi ini

13. Panitia berhak menggunakan karya pemenang untuk keperluan program PNPM Mandiri.

14. Dilarang menyertakan karya yang mengandung unsur pornografi, sadisme, dan SARA, serta yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan.

15. Peserta haruslah satu-satunya pemilik sah dari seluruh hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dikirimkan.

16. Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan, apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

17. Dengan keikutsertaannya dalam kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.

MEKANISME PENJURIAN

1. Karya yang tidak memenuhi syarat pengiriman dinyatakan gugur (tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku).

2. Semua materi diterima paling lambat pada tanggal 17 Februari 2014 pukul 24.00 WIB.

3. Pengumuman pemenang 12 Maret 2014 pukul 12.00 WIB di Website, Facebook dan Twitter PNPM Mandiri dan PSF, serta pada malam kesenian Temnas 2014

4. Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat

 

HADIAH

LOMBA FOTO

JUARA I : Uang tunai sebesar Rp 3.000.000,00 + Piagam Penghargaan

JUARA II : Uang tunai sebesar Rp 2.000.000,00 + Piagam Penghargaan

JUARA III : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,00 + Piagam Penghargaan
LOMBA BERCERITA

JUARA I : Uang tunai sebesar Rp 3.000.000,00 + Piagam Penghargaan

JUARA II : Uang tunai sebesar Rp 2.000.000,00 + Piagam Penghargaan

JUARA III : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,00 + Piagam Penghargaan

 

Sumber : http://www.pnpm-mandiri.org

 

Older Posts »

Kategori